h1

Penguji Keris Modern “Keris Analyzer”

February 22, 2010

Hasil penelitian guru besar teknik fisika Universitas Gadjah Mada, Professor Sunarno beserta rekan-rekan mahasiswa

Keris adalah senjata tikam khas Indonesia. Berdasarkan dokumen-dokumen purbakala, keris dalam bentuk awal telah digunakan sejak abad ke-9. Keris yang saat ini kita kenal adalah hasil proses evolusi yang panjang. Keris modern yang dikenal saat ini adalah belati penusuk yang unik. Keris memperoleh bentuknya pada masa Majapahit (abad ke-14) dan Kerajaan Mataram baru (abad ke-17-18). (http://id.wikipedia.org/wiki/Keris)

Semakin berkembang dan beragamnya pembuatan keris saat ini menjadikan para pemerhati dan kolektor, serta masyarakat pada umumnya yang menyukai keris agak sulit untuk menemukan sebuah keris yang berkualitas –keris kuno, baru, jenis logam campuran atau olahan pabrik?

KUALITAS keris biasanya diukur dengan menyentil senjata ini. Jika dengung akibat sentilan panjang, keris dianggap bagus. Mutu keris bisa juga ditentukan dengan sinar-X. Namun, menurut Sunarno, guru besar teknik fisika Universitas Gadjah Mada, dua cara itu berbahaya.Radiasi sinar-X dapat merusak komponen logam, sedangkan sentilan sering merusak keris tua yang rapuh.

Sejak akhir Desember lalu, Sunarno bersama tiga mahasiswanya, yaitu Ahmad Bharata Arya, Dwi Joko Suroso, dan Nio Hani Pratama, membuat alat penguji kualitas keris yang aman. Mereka memilih pendekatan frekuensi resonansi. Keris Analyser, begitu Sunarno menyebut karyanya, merespons frekuensi getaran normal berkekuatan 20 hertz hingga 60 kilohertz atau frekuensi ultrasonik. ”Makin tinggi sinyalnya, kualitas keris semakin bagus,” kata Sunarno, Rabu pekan lalu.

Keris Analyser terdiri atas kotak kayu atau fiber, dua mikrofon, speaker, amplifier, pengumpul resonansi, pengolah sinyal dari sumber sensorik, dan komputer. Hasil tes akan terlihat di layar komputer. Dengan alat ini, bisa diketahui apakah keris dibuat dari logam daur ulang. Bisa juga diketahui jenis logam bahan keris: titanium, besi, tembaga, emas, atau kuningan. Dengan begitu, periode pembuatan keris bisa diperkirakan. Keris Analyser pun mampu menilai tingkat kekeroposan badan keris. Bisa juga mendeteksi kualitas tempaan, yang membentuk pamor—grafik atau motif di permukaan bilah keris. ”Ini sangat penting bagi kurator atau kolektor karena sekarang banyak keris imitasi,” katanya.

Sayang, alat yang menghabiskan biaya penelitian sekitar Rp 10 juta ini belum mampu memprediksi secara tepat tahun pembuatan keris. Sunarno yakin mampu menyempurnakannya. Untuk mengatasi soal itu, ia memasang Programme System on Chip (PSoC). Fungsinya sebagai prosesor mini layaknya komputer. Alat ini kelak akan memproses hasil uji getaran sinyal dari mikrofon.

Cara Kerja

  1. Keris dijepit dengan karet di tengah kotak dalam posisi terbalik tanpa menyentuh dasar.
  2. Satu mikrofon diletakkan dekat speaker, satu lainnya di seberang keris.
  3. Saat suara ”kemresek”—alias white noise—dikirim melalui speaker, timbul resonansi yang masuk mikrofon pertama. Getaran kuatnya ”menyentil” keris dan melewati mikrofon kedua dalam kondisi lemah. Selisih dua frekuensi itulah yang menjadi getaran keris.
  4. Sinyal getaran mikrofon pertama ditangkap pre-amplifier, lalu dibalik oleh inverter sebelum ditangkap pengumpul.
  5. Sinyal mikrofon kedua, dari pre-amplifier langsung menuju pengumpul.
  6. Dari pengumpul dikeluarkan menjadi finger print vibration yang kemudian diolah dengan FFT.
  7. Hasilnya, dalam bentuk grafik, ditampilkan melalui layar komputer. Garis vertikal menunjukkan gain atau keras-tidaknya sinyal, dan garis mendatar menunjukkan frekuensi. Logam yang bagus ditandai dengan garis gain yang makin tinggi dan frekuensi makin ke kanan.

Source:

http://tf.ugm.ac.id

http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2010/02/01/INO/mbm.20100201.INO132627.id.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: